Warnet Hujan
Hujan pertama di Desember selalu sama: sepatu basah di lantai keramik, kipas angin berisik, dan bau kabel panas dari CPU yang sudah dua hari tidak dimatikan. Di warnet Bintang Net, jam digital menunjukkan 16:42 - masih satu jam sebelum tarif malam naik.
Riko mengantre di meja kasir sambil menghitung koin. Di belakangnya, speaker kecil memutar lagu radio yang tertangkap antena rusak. Operator mengetik sesuatu di buku catatan kertas, bukan di komputer.
PC nomor 7 akhirnya kosong. Riko duduk, mouse bergelombang di bawah telapak tangan. Dial-up menyambung. Di forum lokal, seseorang menulis: siapa masih online? hujan deras nih.
Itu internet tahun 2004: lambat, berisik, dan lebih hangat karena dibagi dengan orang asing yang duduk dua kursi dari kamu.